Kamis, 26 Januari 2017

Hari ke 3 Gamel Level 1 "Komunikasi Produktif"

Bismillahirrokhmanirrokhim....

Hari ke 3

Botol Minyak Telon Vs Teether

πŸ˜„ Hello Sunshine...
Kali ini Botol minyak telon vs teether, πŸ˜€ tiba - tiba si adek bisa antusias banget sama itu botol minyak telon, kenapa ya?

sampai - sampai si botol minyak telon kalah sama pamor teether yang baru dibeliin si ayah πŸ˜‚




Bunda : "Adek sayang, anak pintar.. gak perlu beli maenan ya nak, pakai aja botol minyak telon.. πŸ˜†"

waktu bunda minta eh si adek nangis, hehehe 

Adek : "Bunda adek masih mau maen botol minyak telon tuuu" *terjemahan
Bunda : "ooh iya deh, ini buat adek.. oh iya, Bunda mau baca dongeng aaahhh... siapa ya yang mau ikuut???" *hehehe yang ini karangan kami, "bunda dan fathan" 😘

Bunda kira pasti adek sangat antusias nanti nya dengan buku, doa kami untuk mu nak.. Cintailah buku sebagai sumber ilmu 😘 Buku Jendela Dunia Mu, I LOVE YOU.

Itu bukan susu ya nak 😁😘



Rabu, 25 Januari 2017

Materi 12 Matrikulasi HEbAT Community "Teknik HE Post Aqil Baligh Usian > 15 Tahun"

πŸ“š Materi Pokok 12 πŸ“š

Teknik Pendidikan Post Aqil Baligh Usia> 15 tahun

SME: 
Ibu Septi Peni Wulandani

====================

Tema aktivitas anak-anak di susia 15 th > ini adalah KAYA KEGIATAN. 

Perbanyak aktivitas anak-anak yg mereka bener-bener merasa enjoy. Di usia ini anak-anak diajarkan unt tuntas melakukan pilihan kegiatannya. 

Apa yg sdh dipilih harus diselesaikan. Tidak boleh setengah-setengah. Perkara nanti mau ganti aktivitas yg lain silakan, syaratnya yg pertama harus selesai.  It's nice to do what you love, but the secret of life is to love what you do.

Dari sisi visi dan misi hidup, anak-anak aqil baligh sudah menemukan potensi dirinya dan mampu mengembangkan potensi diri, potensi alam dan potensi zaman. Uruan Iman, Adab, Akhlak dan Bicara sudah tidak di mulai dari awal. Anak-anak yang sudah masuk aqil baligh ini tinggal mengimplementasikan ke 4 hal tersebut dalam kehidupan sehari-harinya. Karena anak-anak aqil baligh ini sudah harus mengusung visi peradaban. 

Anak aqil baligh ini sudah harus melatih kemampuan mengadabkan manusia, mampu mengadabkan alam, zaman, dan memiliki akhlak mulia. Karena misi kehidupan para aqil baligh tidak akan jauh dari misi hidup Rasulullah yaitu menyempurnakan akhlak
manusia. 

Maka mereka akan memiliki peran peradaban:

1. Sebagai khalifah fil Ardh

2. Mampu memikul kewajiban syar’i secara individu dan social

3. Menjadi muzakki

Di usia aqil baligh para alim ulama sepakat bahwa apabila kita masih menyediakan segala keperluan pribadi anak, termasuk kebuthan dasarnya, maka sifatnya bukan wajib melainkan sedekah. Anak-anak sering diajak melihat case case kehidupan di sekitarnya, kemudian menjadi problem solving. 

Contohnya:

kemacetan di Bandung, challenge: andaikan kamu yang pegang Bandung, apa yang akan kamu lakukan?

Kemudian di break down dengan langkah kecil ang bias dia lakukan sekarang. Lama-lama anak akan jadi project based talent leader.

Di titik ini anak sudah dibekali ilmu ikhtiar dan rizqi, sehingga saat 15 tahun ke atas anak paham bahwa bukan tugas kita mengkhawatirkan rizqi, melainkan menyiapkan jawaban “dari mana” dan “untuk apa” atas tiap karunia. Ikhtiar itu bagian dari ibadah, sedangkan rizqi itu urusan Allah. Ikhtiar itu laku  perbuatan yang harus dilakukan sungguh-sungguh, rizqi itu kejutan dari-Nya.

Semakin dini kita persiapkan pendidikan berbasis potensi dan akhlak kepada anak-anak kita, maka semakin cepat anak-anak “terpanggil” dalam menunaikan ibadah syar’I termasuk diantaranya haji dan nikah di usia muda. Karena prinsipnya bukan orang yang “mampu” yang akan dipanggil oleh Allah SWT, melainkan Allah  akan “memampukan” orang yang terpanggil.

======================

Materi 11 Matrikulasi HEbAT Community "Konsep HE Post Aqil Baligh Usian > 15 Tahun"

πŸ“š Materi Pokok 11πŸ“š


KONSEP HE POST AQIL BALIGH USIA >15 TAHUN

Oleh :
Ibu Septi Peni Wulandani

Narasumber:
Ust. Adriano Rusfi

===================
Usia 15 tahun ke atas ini anak-anak kita sudah bukan anak-anak lagi, karena mereka sudah masuk aqil baligh, Insya Allah. Anak-anak ini  sudah menjadi individu yang sama dengan orangtuanya. Sama-sama memiliki tanggung jawab sosial dan memikul kewajiban syariah selaku individu aqil baligh. 

Di usia ini hubungan kita dengan anak-anak harus bisa menjadi sahabat. Tidak boleh terlalu ikut campur tangan urusan mereka, arena kita pun juga tidak terlalu suka jika orang lain ikut campur urusan kita.

Prinsipnya “apa yang kita tidak suka orang lain perlakukan kepada diri kita, maka jangan lakukan pada anak kita yang sudah aqil baligh ini”.

Anak-anak aqil baligh sudah mulai melatih kemampuan mengadabkan manusia, mampu mengadabkan alam, zaman, dan memiliki akhlak mulia. Karena misi kehidupan para aqil baligh tidak akan jauh dari misi hidup Rasulullah yaitu menyempurnakan akhlak manusia.

Peran peradaban ada 2, yaitu 

1. Peran peradaban personal dan

2. Peran peradaban komunal. 

Peran peradaban personal sebagai hasil dari pendidikan fitrah personal, sementara fitrah peradaban komunal sebagai hasil mengintegrasikan pendidikan fitrah personal dan fitrah komunal secara kolektif. 

Peran peradaban personal adalah Rahmatan lil Alamin (green and peace) dan Bashiro wa Nadziro (solution maker, reminder).

Peran peradaban komunal adalah Ummatan wasathon (mediator, orchestrator and integrator) dan Khoiru Ummah (best community model).

Fitrah keimanan, anak usia 15 tahun ke atas sudah menjalankan perannya sebagai khalifah fil ardl.

Mereka sudah mampu memikul kewajiban syariah secara individual dan sosial (masa taklif). Penanaman iman, akhlak, adab, dan bicara sudah harus matang tertanam di diri anak-anak. 

Anak anak yang sudah masuk aqil baligh ini tinggal mengimplementasikan ke 4 hal tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Karena anak-anak aqil baligh ini sudah harus mengusung visi peradaban.

Bagaimana dengan fitrah belajarnya? Anak-anak usia 15 tahun ke atas sudah harus bisa mengimplementasikan ilmu yang dia dapat untuk kemaslahatan dirinya, keluarga dan umat. Sehingga bekal ilmu yang bermanfaat akan makin dia cari dengan motivasi internal, bukan lagi eksternal motivation.

Fitrah Bakat anak-anak di usia 15 tahun ke atas seharusnya sudah menemukan passionnya, mereka akan mengembangkaΓ± diri dan passionnya bersama dengan para mentor / chaperon sesuai dengan bidang keahliannya.

Fitrah Perkembangan anak-anak sudah tumbuh dengan berbagai aktivitas fisik. Jika mungkin yang disunahkan Rasul yaitu berenang, memanah, dan berkuda. Menjaga tubuhnya ala Rasul. Makan cara rasul, tidur cara rasul, dan pengobatan cara rasul.

Di titik ini anak sudah dibekali ilmu ikhtiar dan rizqi, sehingga saat 15 tahun ke atas anak paham bahwa bukan tugas kita mengkhawatirkan rizqi, melainkan menyiapkan jawaban “dari mana” dan “untuk apa” atas tiap karunia. Ikhtiar itu bagian dari ibadah, sedangkan rizqi itu urusan Allah. Ikhtiar itu laku perbuatan yang harus dilakukan sungguh-sungguh, rizqi itu kejutan dariNya.

Semakin dini kita persiapkan pendidikan berbasis potensi dan akhlak kepada anak- anak kita, maka semakin cepat anak-anak “terpanggil” dalam menunaikan ibadah syar’i termasuk diantaranya haji dan nikah di usia muda.

Karena prinsipnya bukan orang yang “mampu” yang akan dipanggil oleh Allah SWT, melainkan Allah akan “memampukan” orang yang terpanggil.

======================                        
[11:05, 1/26/2017] Hebat Noni Hasna Rana Fasil: