Senin, 31 Juli 2017

Hari ke 5 Game Level 6 "Temukan Matematika Disekitar mu"

Five Animals
Hari ke 5
31 Juli 2017


Hitung yux fathan ada berapa binatang yang hidup di darat?

1 gajah
1 badak
1 citah
1 harimau
1 jerapah
jadi ada 5 binatang punya fathan,
so, ambil 1 ya, fathan ambil harimau... ambil lagi, "fathan ambil jerapah"
ambil lagi "fathan ambil badak", ambil 1 lagi "fathan ambil citah bun"

dan habis, tinggal satu gajah sendirian 😉

Minggu, 30 Juli 2017

Har ke 4 Game Level 6 "Temukan Matematika Disekitarmu"

Ada Berapa Banyak Binatang?
Hari ke 4
30 Juli 2017

Hari minggu ini kita mau pergi jenguk pak dhe yang sedang dirawat di rumah sakit di daerah Bintaro, ba'da dzuhur kita berangkat dan sesampai nya di sana dari pintu masuk parkir terlihat ada patung hewan besar "wooooww, Fathan ada giraffe"... melihat matanya berbinar binar melihat patung besar jerapah di lobby rumah sakit, lucu juga nih Rumah Sakit dengan pajangan patung hewan di lobby nya.

setelah parkir kemudian kita masuk ke lobby Rumah Sakit, dan ternyata ada beberapa jenis hewan disitu, so berhitung lah kita hari ini "Ada berapa banyak binatang ya Fathan?"


1 jerapah
2 flaminggo
dan eh ada panda lagi manjat pohon bambu, kita hitung ya satu dua tigaaaaa, 3 panda sedang memanjat pohon bambu 😍

Sabtu, 29 Juli 2017

Hari ke 3 game level 6 "Temukan Matematika Disekitarmu"

Berbagi Bintang
Hari ke 3 
29 Juli 2017

Masih tentang snack bintang 😘, diumur baby 11 bulan ini dia lagi seneng - senengnya suapin makanan apa pun ke mulut bunda, ayah, kakek, atau nenek nya. setiap ambil makanan gak lupa untuk suapin bunda dulu, kecuali dianya lagi laper banget 😄

Kali ini bunda kasih bintang 5 buat baby, 
suapin ayah 1 nyaaaam
suapin bunda 1 nyaaam

dan bunda suapin adeg langsung 3 nyaaam nyaam nyaaam...
habis deh bintang fathan 😄😘

Indahnya berbagi, dan dibagi 😁

Jumat, 28 Juli 2017

Hari ke 2 Game Level 6 "Temukan Matematika Di sekitarmu"

Menghitung Bintang
Hari ke 2
28 Juli 2017

saat kejadian sore tadi bungkus snack tiba - tiba berhamburan, snack bintang dari Nestle  ini si Fathan suka banget, dan akhirnya jadi moment kita berhitung lagi 😃

fathan yux masukaan bintangnya ke dalam tempatnya,
bintang 1
bintang 2
bintang 3

dan masuk mulut fathan

bintang 4
yeaaaayyyy.......

dan bintang nya jadi lempar lemparan, simple happy.. 😗

Rabu, 26 Juli 2017

Hari ke 1 Game Level 6 "Temukan Matematika disekitarmu"

Tangkap dan Lempar Bola
Hari ke 1 
tanggal 27 Juli 2017


Yeaaayyy, tangkap bola nya nak...


hap hap 1
hap hap 2
hap hap 3

yeay, anak pintar 👍😘

mulai di usianya 11 bulan ini saya dan si baby sudah mulai bisa beraktifitas bersama, bermain bersama, membaca buku bersama, meniru gerakan orang didepannya, melempar bola, berhitung, dan mulai mengenal anggota badannya, sungguh we love you....

Engkau adalah titipan Allah yang begitu kami cintai, semoga hamba Allah yang satu ini menjadi anak soleh di dunia akhirat, amin..

Game level 6 "Temukan Matematika Disekitar mu"

*Tantangan 10 hari*
*Level 6*


Periode 20 Juli - 5 Agustus 2017

Matematika bukan hanya tentang angka dan hitungan namun juga ada hubungannya pada kelogisan berpikir dan pemecahan masalah.

Matematika tersebar di sekitar kita, seperti saat hebohnya bersama anak anak mencari segala sesuatu yang berbentuk bulat di dalam rumah, semua berlarian, melihat sekeliling dan berebutan menyebutkan benda yang ditemukannya.

Atau saat seru ngobrol dengan si kakak sambil menghitung jumlah rumah di 1 blok komplek sehingga menemukan jumlah rumah seluruh cluster yang terdiri dari 6 blok.

Atau saat indahnya si kecil memotong kue supaya cukup dibagi bersama kakak kakaknya.

Atau saat cerianya bersama anak anak menghitung jumlah langkah kaki ke masjid terdekat.

Saat saat menunggu kakak selesai mengerjakan desain interior kamarnya sendiri,
dan seterusnya ...dan seterusnya.

🌸Tantangan 10 hari level 6🌸
*Temukan Matematika di sekitarmu*

Bagi yang sudah menikah dan memiliki anak, temukan matematika dalam aktivitas sehari-hari 

bersama ananda. Jadikan momen aha! Tuliskan keseruannya.


Bagi yang belum mempunyai anak dan belum menikah, temukan matematika dalam aktivitas
keseharian mu, tuliskan kisah menariknya.
Bagi anda yang menggunakan blog, berikan label:
IIP
KuliahBunsay
ILoveMath
MathAroundUs

Kirimkan tugas tantangan ke link


untuk mengecek link T10 anda yg sudah masuk, silahkan klik di sini


Gunakan hashtag:



Materi 6 Kelas Bunda Sayang "Menstimulus Matematika Logis Pada Anak"

Institut Ibu Profesional
Kelas Bunda Sayang sesi #6

MENSTIMULUS  MATEMATIKA LOGIS  PADA ANAK

Semua anak lahir cerdas, masing-masing diberikan potensi dan keunikan yang menjadi jalan mereka untuk cerdas di bidangnya masing-masing.  Dua macam kecerdasan dasar yang memicu munculnya kecerdasan yang lain adalah kecerdasan bahasa dan kecerdasan matematis logis. Dimana di  dua kecerdasan ini banyak orangtua yang salah menstimulus, tidak paham tujuannya untuk apa, ingin anak-anaknya segera cepat menguasai dua hal tersebut, sehingga banyak diantara anak-anak BISA menguasai dua kecerdasan tersebut tetapi mereka TIDAK SUKA.  Sebagaimana kita ketahui di materi sebelumnya bahwa

" Membuat anak BISA itu mudah, membuatnya SUKA baru tantangan "


MATEMATIKA LOGIS

Pada dasarnya setiap anak dianugerahi kecerdasan matematika logis. Gardner mendefinisikan kecerdasan matematis logis sebagai kemampuan penalaran ilmiah, perhitungan secara matematis, berpikir logis, penalaran induktif/deduktif, dan ketajaman pola-pola abstrak serta hubungan-hubungan.

Dapat diartikan juga sebagai kemampuan menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan kebutuhan matematika sebagai solusinya


Menurut Gardner ada kaitan antara kecerdasan matematika logis  dan kecerdasan bahasa. Pada kemampuan matematika, anak menganalisa atau menjabarkan alasan logis, serta kemampuan mengkonstruksi solusi dari persoalan yang timbul. Kecerdasan bahasa diperlukan untuk merunutkan dan menjabarkannya dalam bentuk bahasa.


CIRI-CIRI ANAK DENGAN KECERDASAN MATEMATIKA LOGIS

a.  Anak gemar bereksplorasi untuk memenuhi rasa ingin tahunya seperti menjelajah setiap sudut

b. Mengamati benda-benda yang unik baginya

c.  Hobi mengutak-atik benda serta melakukan uji coba

d. Sering bertanya tentang berbagai fenomena dan menuntut penjelasan logis dari tiap pertanyaan yang diajukan. 

e. Suka mengklasifikasikan berbagai benda berdasarkan warna, ukuran, jenis dan lain-lain serta gemar berhitung

Yang sering salah kaprah di dunia pendidikan dan keluarga saat ini adalah buru-buru menstimulus matematika logis anak dengan cara memberikan pelajaran berhitung sejak dini. Padahal berhitung adalah bagian kecil dari sekian banyak stimulus yang harus kita berikan ke anak untuk merangsang kecerdasan matematika logisnya.Dan harus diawali dengan berbagai macam tahapan  pijakan sebelumnya.

Yang perlu kita pelajari di Ibu Profesional adalah Bagaimana kita merangsang kecerdasan matematis logis anak sejak usia dini? Bagaimana kita menanamkan konsep matematis logis sejak dini? bukan buru-buru mengajarkan kemampuan berhitung ke anak.

STIMULASI MATEMATIKA LOGIS DI SEKITAR KITA

Bermain Pasir
Dengan bermain pasir anak sesungguhnya belajar estimasi dengan menuang atau menakar yang kelak semua itu ada dalam matematika.

Bermain di Dapur

a.Saat berada di dapur, kita bisa mengenalkan konsep klasifikasi dan pengelompokan yang berkaitan dengan konsep logika matematika, misalnya dengan cara anak diminta mengelompokkan sayuran berdasarkan warna.

b. Mengasah kemampuan berhitung dalam pengoperasian bilangan sederhana, misalnya ketika tiga buah apel dimakan satu buah maka sisanya berapa.

c. Membuat bentuk-bentuk geometri melalui potongan sayuran. 

d. Membuat kue bersama, selain dapat menambah keakraban dan kehangatan keluarga, anak-anak juga dapat belajar matematika melalui kegiatan menimbang, menakar, menghitung waktu.

Belajar di Meja Makan
Saat dimeja makan pun kita bisa mengajarkan pembagian dengan bertanya pada anak, misalnya supaya kita sekeluarga kebagian semua, roti  ini kita potong jadi berapa ya? Lalu bila roti sudah dipotong-potong, angkat satu bagian dan tanyakan seberapa bagiankah itu? Hal ini terkait dengan konsep pecahan.


Belajar Memahami  Kuantitas

a. ketika melihat akuarium, tanyakan berapa jumlah ikan hias di akuarium tersebut?

b.Ketika duduk di depan ruma atau sedang jalan-jalan, tanyakan berapa jumlah sepeda motor yang lewat dalam jangka waktu 1 menit?

Belajar mengenalkan konsep perbandingan, kecepatan, konsep panjang dan berat

a. Menanyakan pada anak roti mana yang ukurannya lebih besar, roti bolu atau  donat?

b. Mengenalkan dan menanyakan pada anak, mana yang lebih cepat,  mobil atau motor?

c. Mengenalkan dan menanyakan ke anak mana yang lebih tinggi  pohon kelapa atau  pohon jambu?

d. Menanyakan ke anak mana yang lebih berat, tas kakak atau tas adik?


Kegiatan di Luar Rumah

a.Mengajak anak berbelanja
ketika kita mengajak anak berbelanja, libatkan ia dalam transaksi sehingga semakin melatih keterampilan pengoperasian seperti penjumlahan dan pengurangan. 

b. Bisa juga dengan permainan toko-tokoan atau pasar-pasaran dengan teman-temannya. 

c. Kita juga dapat memberikan anak mainan-mainan yang edukatif seperti balok-balok, tiruan bentuk-bentuk geometri dengan dihubungkan dengan benda-benda disekitar mereka  Ada bentuk-bentuk geometri seperti segitiga, segiempat, lingkaran, persegi panjang dan lain-lain. Pengenalan bentuk geometri yang baik, akan membuat anak lebih memahami lingkungannya dengan baik. Saat melihat roda mobil misalnya anak akan tahu kalau bentuknya lingkaran, meja bentuknya segiempat, atap rumah segitiga dan sebagainya.

d. Permainan Tradisional
Permainan-permainan tradisional pun dapat merangsang dan meningkatkan kecerdasan matematis logis anak seperti permainan congklak atau dakon sebagai sarana belajar berhitung, permainan patil lele, permainan lompat tali, permainan engklek dll.

e.Belajar Memecahkan Masalah ( problem solving) melalui mainan
Menyusun lego atau bermain puzzle adalah cara agar anak berlatih menghadapi masalah, tetapi bukan masalah sebenarnya, melainkan sebuah permainan yang harus dikerjakan anak. Masalah yang mengasyikkan yang membuat anak tanpa sadar dilatih untuk memecahkan sebuah masalah. Hal ini akan memperkuat kemampuan anak keluar dari masalah. Misalnya ketika sedang menalikan sepatu, anak akan berusaha menggunakan seluruh kemampuannya untuk menyelesaikan hingga tuntas. 


Dengan memberikan stimulus-stimulus tersebut diharapkan anak akan menyukai pelajaran matematika karena matematika ternyata ada disekitar mereka dan mereka mengetahui tujuan belajar matematika. Dengan model stimulus ini anak-anak akan paham makna kabataku (kali, bagi, tambah, kurang) sebagai sebuah proses alamiah sehari-hari, bukan deretan angka yang bikin pusing. Mereka jadi paham bahwa :

Menambah ➡ proses menggabungkan

Mengurangi ➡ proses memisahkan

Mengalikan ➡ proses menambah/menjumlahkan secara berulang.

Membagi ➡ proses mengurangi secara berulang.


Tentu hal ini harus didukung dengan pola pengajaran matematika di  rumah dan di sekolah yang menyenangkan, kreatif, kontekstual, realistik, menekankan pada proses dan pemahaman anak dan problem solving (pemecahan masalah).

Kreatif dalam mengenalkan dan mengajarkan konsep matematika serta dengan berbagai macam permainan dan alat peraga yang menarik.

Dengan demikian matematika akan menjadi pelajaran yang menyenangkan dan ditunggu-tunggu.



Salam Ibu Profesional



/ Tim Fasilitator Bunda Sayang/


📚Sumber bacaan:

Hernowo, Menjadi Guru yang Mampu dan Mau Mengajar dengan Menyenangkan, MLC, 2005

Howard Gardner, Multiple Intelligence,  Gramedia, 2000

Septi Peni Wulandani, Jarimatika, Mudah dan Mneyenangkan, Kawan Pustaka, Agromedia, 2009



DONGENG JARIMATIKA

Awalnya enes sangat suka dengan angka dan bilangan,. Ini pertanda bagi orangtuanya untuk memperdalam ilmu ttg "matematika".

Kami ajak enes mengenal berbagai cara memperkuat angka dan bilangan.

Mulai dari berbagai alat pendukung dicoba. Ternyata enes paling suka berhitung dengan jarinya.

Maka ini "pertanda" lagi bagi saya dan pak dodik unt mempelajari jari.

Kami tetapkan laboratorium di rumah yaitu menempel kertas flipchart memenuhi dinding.

Kami meneliti selama 3 th dr tah 2000-2003. 

Setiap kali punya ide baru, ditulis di flipchart, kemudian praktek ke enes.

Akhirnya setelah enes bahagia, saya ajarkan ke anak2 tetangga, mereka senang.

Kemudian uji coba ke anak2 tukang sayur dan buruh cuci, ternyata bekerja.

Sejak itulah saya, pak dodik dan anak-anak mulai mengkampayekan jarimatika.

Sosialisasi ini berjalan selama 3 th.

Dan th 2006 jarimatika booming, sampai diundang kick andy di tahun 2007, berikutnya media lainpun tanpa henti meliput jarimatika.

Game Level 5 "Menstimulus agar Anak Suka Membaca"

*Tantangan Level 5*

📅 *Periode 8 - 24 Juni 2017*





Iqra! Bacalah! Perintah Tuhan pertama kali ini mengingatkan kita bahwa membaca merupakan sebuah proses penting dalam mengenal diri.

Membaca merupakan jembatan ilmu, makanan bagi otak, dan juga bisa melatih imajinasi. Serta banyak lagi manfaat dari membaca.

Yuk, jadikan diri kita teladan bagi anak dan keluarga!

🌴 *Jadilah teladan*
 Jadwalkan _family reading time_, membacalah bersama anggota keluarga
 Buatlah pohon literasi untuk masing-masing anggota keluarga, rimbunkan dengan judul buku yang telah dibaca
 Diskusikan dengan anggota keluarga tentang buku yang telah dibaca, gunakan untuk menambah pengetahuan dan merekatkan hubungan dengan anggota keluarga lainnya

👨‍👩‍👧‍👦 *Bagi yang sudah memiliki anak*
📖 Jadilah ibu teladan, membacalah bersama anak (sesuai dengan tahapan usia anak).
📷 Dokumentasikan kegiatan membaca anda
📝 Tempelkan judul buku yang telah dibaca pada pohon literasi

👫 *Bagi anda yang belum memiliki anak*
📖 Membacalah!
📷 Dokumentasikan kegiatan membaca anda
💭 Diskusikan dengan suami tentang buku yang sudah dibaca
📝 Tempelkan judul buku yang telah dibaca pada pohon literasi

👰🏻 *Bagi anda yang belum menikah*
📖 Membacalah!
📷 Dokumentasikan kegiatan membaca anda
📝 Rimbunkan pohon literasi dengan buku-buku yang sudah anda baca.

Gunakan hashtag

Bagi anda yang menggunakan blog, tambahkan label
*Bunda Sayang*
*Ibu Profesional*
*IIP*
*For Things To Change, I Must Change First*

Kirimkan tugas anda melalui link berikut:


Untuk mengecek update link T10 anda yang sudah masuk silahkan bisa dilihat di : 


🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃

Materi 5 Kelas Bunda Sayang "Menstimulus Anak Suka Membaca"

Institut Ibu Profesional, 
Kelas Bunda Sayang, 
Materi ke #5*
_MENSTIMULASI ANAK SUKA MEMBACA_
🔸🔹🔸🔹🔸🔹🔸🔹



Mari kita mulai dengan bermain peran terlebih dahulu. Bayangkan kita adalah seorang dewasa dengan bahasa yang kita gunakan sehari-hari adalah bahasa Indonesia, belum pernah mengetahui bahasa mandarin kemudian tiba-tiba kita diberi Koran berbahasa mandarin dengan tulisan mandarin semua. Apa yang kebayang di benak kita semua?
Pusing? Tidak tahu maksudnya? Lalu kita hanya melihat-lihat gambarnya saja?

Hal tersebut akan sama halnya dengan anak-anak`yang belum dibiasakan mendengarkan berbagai dialog bahasa ibunya, belum belajar berbicara bahasa ibunya dengan baik, tiba-tiba dihadapkan dengan berbagai cara belajar membaca bahasa ibunya tersebut yang berisi dengan deretan-deretan huruf yang masih asing di benak anak, diminta untuk mengulang-ngulangnya terus menerus dengan harapan anak bisa cepat membaca.
🍒 *KETRAMPILAN BERBAHASA* 
Sebelum lebih jauh membahas tentang teknik menstimulasi anak membaca kita perlu memahami terlebih dahulu tahapan-tahapan yang perlu dilalui anak-anak dalam meningkatkan ketrampilan berbahasanya.

🍒 Tahapan tersebut adalah sebagai berikut :
a. Keterampilan mendengarkan ( listening skills)
b. Ketrampilan Berbicara ( speaking skills)
c. Ketrampilan Membaca ( reading skills)
d. Ketrampilan Menulis ( writing skills)

Keempat tahapan tersebut di atas harus dilalui terlebih dahulu secara matang oleh anak. Sehingga anak yang *BISA MENDENGARKAN* ( Menyimak) komunikasi orang dewasa di sekitarnya dengan baik, pasti *BISA BERBICARA* dengan baik, selama organ pendengaran dan organ pengecapnya berfungsi dengan baik.
Mendengarkan dan berbicara adalah tahap yang sering dilewatkan orangtua dalam menstimulasi anak-anaknya agar suka membaca. Sehingga hal ini mengakibatkan anak yang *BISA MEMBACA, belum tentu terampil mendengarkan dan berbicara dengan baik dalam kehidupan sehari-harinya.*
Padahal dua hal ketrampilan di atas sangatlah penting.
Banyak orang dewasa yang menggegas anaknya untuk bisa cepat-cepat membaca, padahal Anak yang BISA BERBICARA dengan baik, pasti akan BISA MEMBACA dengan baik, tetapi banyak yang mengesampingkan 2 tahap sebelumnya.
Pertanyaan selanjutnya mengapa banyak anak bisa membaca tetapi sangat sedikit yang menghasilkan karya dalam bentuk tulisan, bahkan diantara kita orang dewasapun sangat susah menuangkan gagasan-gagasan kita, apa yang kita baca, kita pelajari dalam bentuk tulisan?

Padahal kalau melihat tahapan di atas anak yang BISA MEMBACA dengan baik pasti akan BISA MENULIS dengan baik.
Mengapa? Karena selama ini anak-anak kita hanya distimulus untuk *BISA* membaca tidak *SUKA MEMBACA*. Sehingga banyak diantara kita BISA MENULIS huruf (melek huruf) tetapi tidak bisa menghasilkan karya dalam bentuk tulisan ( 
MENULIS KARYA)
Terbukti berdasarkan survey UNESCO, minat baca masyarakat Indonesia baru 0,001 persen. Artinya dalam seribu masayarakat hanya ada satu masayarakat yang memiliki minat baca. Berdasarkan studi _"Most Literated Nation In the World"_ yang dilakukan oleh Central Connecticut State Univesity pada Maret 2016 lalu, Indonesia dinyatakan menduduki peringkat ke-60 dari 61 negara soal minat membaca.
Padahal program membaca ini tidak hanya digencarkan oleh pemerintah dalam program literasinya, melainkan juga sudah diperintahkan di dalam salah satu kitab suci agama yang sebagaian besar dianut oleh bangsa Indonesia. Disana tertulis IQRA’( bacalah), perintah membaca adalah perintah pertama sebelum perintah yang lain turun.
Mengapa kita perlu membaca? Biasanya jawabannya klise yang muncul adalah agar kita bisa menambah wawasan kita, bisa membuka cakrawala dunia dll.

Jawaban di atas baik, tapi ada yang kita lupakan tentang tujuan membaca ini yang jauh lebih penting, yaitu agar anak-anak kita lebih mengenal pencipta nya, karena membaca akan lebih membuat anak-anak mengenal “siapakah dirinya”, maka disitulah dia mengenal siapa Tuhannya.
*MENSTIMULASI ANAK SUKA MEMBACA*
Sekarang kita akan belajar bagaimana tahapan-tahapan agar anak-anak kita *SUKA MEMBACA tidak hanya sekedar BISA. Agar ke depannya mereka SUKA MENULIS.*
🌼🌸🌼🌸🌼🌸
Kita akan memulai dengan berbagai tahap ketrampilan Berbahasa.
🍒 *TAHAP MENDENGARKAN*
a. *Sering-seringlah berkomunikasi* dengan anak, baik saat mereka di dalam kandungan, saat mereka belum bisa berbicara dan saat mereka sudah mulai mengeluarkan kata-kata dari mulut kecilnya.
b. Buatlah berbagai *forum keluarga* untuk memperbanyak kesempatan anak mendengarkan berbagai ragam komunikasi orang dewasa di sekitarnya.
c. *Setelkan berbagai lagu anak*, cerita anak yang bisa melatih ketrampilan mendengar mereka.
d. *Bacakan buku-buku anak dengan suara yang keras* agar anak – anak bisa melihat gambar dan telinganya bekerja untuk mendengarkan maksud gambar tersebut.
e. *Sering-seringlah mendongeng/membacakan* buku sebelum anak-anak tidur. Jangan pernah capek, meski anak meminta kita mendongeng/membaca buku yang sama sampai puluhan kali. Begitulah cara menyimak,
🍒*TAHAP BERBICARA*
a. Di tahap ini anak belajar berbicara, kita sebagai orang dewasa belajar mendengarkan. Investasikan waktu kita sebanyak mungkin untuk mendengarkan *SUARA ANAK*
b. *Jadilah pendengar yang baik*, disaat anak-anak ingin membacakan buku untuk kita, dengan cara mengarang cerita berdasarkan gambar, apresiasi mereka.
c. Jadilah murid yang baik, disaat anak-anak kita ingin menjadi guru bagi kita, dengan cara *membuat simulasi kelas*, dan dia menjadi guru kecil di depan.
d. *Ajaklah anak-anak bersilaturahim* sesering mungkin, bertemu teman sebayanya dan orang lain yang di atas usianya bahkan di bawah usianya untuk mengasah ketrampilan mendengar dan berbicaranya.
🍒*TAHAP MEMBACA*
a. *Tempelkan tulisan-tulisan dan gambar-gambar* yang jelas dan besar di sekitar rumah, terutama tempat-tempat yang sering di singgahi anak-anak
b. *Tempelkan tulisan/kata* pada benda-benda yang ada, misalnya, tempelkan kata- “televisi” pada pesawat televisi.
c. Buatlah *acara membaca bersama* yang seru, misalnya perpustakaan di bawah meja makan
d. Sekali waktu, *ajaklah* anak-anak ke pangkalan buku-buku bekas, pameran buku dan toko buku
e. Siapkan alat perekam dan *rekamlah* suara anak kita yang sedang membaca buku
f. Biasakanlah *surat-menyurat* dengan anak di rumah. Misalnya , dengan menempelkan pesan-pesan di kulkas atau buatlah parsi (papan ekspresi) di rumah
g. Dorong dan ajak anak kita untuk *membaca apapun* label-label pada kemasan makanan, papan reklame dan masih banyak lagi
h. Berikan *buku-buku berilustrasi* tanpa teks. Warna mencolok dan menarik akan merangsang minat untuk membaca, sekaligus membangkitkan rasa ingiin tahunya. Selanjutnya berikan buku full teks dengan ukuran huruf yang besar-besar.
i. *Komik* juga menarik sebagai pemancing rasa ingin tahu dan gairah membaca anak (tentunya perlu selektif dalam memilih komik yang tepat).
j. Ajaklah anak *bertemu* dengan pengarang buku, ilustrator, komikus, penjual buku, bahkan penerbit buku.
k. *Dukung hobi anak* kita dan sangkut pautkan dengan buku. 
Misalnya, buku tentang perangko untuk anak yang hobi mengkoleksi perangko, buku cerita tentang boneka untuk anak yang suka boneka dan sebagainya

l. *Budaya baca* bisa ditumbuhkan dari ruang keluarga yang serba ada. Ada buku-buku yang mudah diambil anak, ada mainan anak, ada karya-karya anak dalam satu ruangan tersebut.
m. Ajaklah anak untuk *memilih bukunya sendiri*, tapi tentunya dibawah bimbingan kita agar tidak salah pilih
n. *Contohkan kebiasaan membaca* dan mengkoleksi buku dengan sungguh-sungguh dan konsisten
o. *Buatlah pohon literasi keluarga*, caranya:
📌Masing-masing anggota keluarga memiliki pohon dengan gambar batang dan ranting, tempelkan di dinding. 
📌Siapkanlah daun-daunan dari kertas sebanyak mungkin, setiap kali anak-anak selesai membaca, tuliskan judul buku dan pengarangnya di daun tersebut.
📌kemudian tempelkan di pohon dengan nama anak tersebut.

Cara ini bisa untuk melihat seberapa besar minat baca masing-masing anggota keluarga kita, hanya dengan melihat seberapa rimbun daun-daunan di pohon masing-masing.
🍒*TAHAP MENULIS*
a. *Siapkan satu bidang tembok* di rumah kita, tempelkan kertas flipchart besar disana dan ijinkan anak-anak untuk menuangkan gagasannya dalam bentuk tulisan atau coretan.
b. Berilah kesempatan dan dorong anak kita untuk *menulis apapun* yang dia lihat, dengar, pegang dan lain-lain
c. *Siapkan buku diary keluarga*, masing-masing anggota keluarga boleh menuliskan perasaaannya di buku diary tersebut, sehingga akan membentuk rangkaian cerita keluarga yang kadang nggak nyambung tapi seru untuk dibaca bersama.
d. *Buat buku jurnal/ buku rasa ingin tahu* anak dari kertas bekas, ijinkan setiap hari anak menuliskan apa yang dia alami apa yang memunculkan rasa ingin tahunya di dalam buku tersebut.
e. *Hiraukanlah* tanda baca, huruf besar, huruf kecil dll, saat anak-anak mulai belajar menulis. Biarkanlah anak merdeka menuangkan isi pikirannya, hasil bacaannya, tanpa terhenti berbagai kaedah –kaedah menulis yang harus mereka pahami. Setelah anak-anak lancar menulis baru setahap demi setahap ajarkanlah berbagai macam kaedah ini.
Salam Ibu Profesional,
/Tim Fasilitator Bunda Sayang /
Sumber Bacaan :
Kontributor Anatalogi Bunda Sayang, Institut Ibu Profesional, Bunda Sayang, Gaza Press, 2014
Pengalaman Bunda Septi dalam mengembangkan ketrampilan berbahasa di keluarganya, Wawancara, Kelas Bunda Sayang, Institut Ibu Profesional, 2017
Andi Yudha Asfandiyar. Creative Parenting Today : Cara praktis memicu dan memacu kreatifitas anak melalui pola asuh kreatif. Bandung : Kaifa. 2012